Membaca Teks karya Desain Komunikasi Visual

23 Feb 2009

Oleh Kismiaji, S.Sn.
Surabaya, 28 Januari 2009

Semiotika Komunikasi Visual
Berbicara fungsi dan kegunaan semiotika dalam Desain Komunikasi Visual, semiotika sebagai ilmu memiliki fungsi ganda untuk menciptakan sebuah karya (encoding) sekaligus dapat pula digunakan sebagai alat untuk menganalisis (decoding) dan pembongkaran makna di balik pesan dalam karya DKV.

Sebagai sebuah disiplin ilmu, yaitu ilmu tentang tanda (the science of sign) semiotika memiliki prinsip, sistem dan prosedur kelimuan khusus dan baku, tetapi tidak dapat disesjajarkan dengan ilmu alam (natural science) yang menuntut ukuran pasti untuk menghasilkan pengetahuan objektif sebagai sebuah kebenaran tunggal tetapi semiotika dibangun oleh pengetahuan yang lebih terbuka bagi beragam interpretasi.

Semiotika mengajarkan makna jamak (polysemy) yang memiliki karakter dinamis, lentur dan terbuka bagi pembacaan dan interpretasi yang diukur dari derajat kelogisannya berdasar pada interpretasi lebih masuk akal.

Melihat karya DKV dengan kaca mata semiotika dia (baca: karya DKV) memiliki sistem semiotika yang khusus dengan perbendaharaan tanda (vocabulary) dan sintaks (sintagm) yang khas. Di dalam sistem semiotika komunikasi visual melekat fungsi komunikasi, yaitu fungsi tanda dalam menyampaikan pesan (message) dari pengirim (sender) kepada penerima (receiver) tanda berdasar aturan (kode-kode) tertentu. Meskipun fungsi utama adalah fungsi komunikasi tetapi bentuk-bentuk komunikasi visual juga mempunyai signifikasi (signification), dimana penanda (signifier) yang bersifat kongkrit dimuati konsep-konsep abstrak (makna) atau yang umum disebut sebgai petanda (signified).

Komunikasi visual menurut AD. Pirous pada hakekatnya adalah bahasa. Tugas utamanaya adalah membawakan pesan dari seseorang, lembaga atau kelompok masyarakat tertentu kepada orang lain. Dalam karya DKV terdapat dua pesan sekaligus yaitu pesan verbal dan pesan visual yang keduanya dianggap sebagai sebuah teks dan konteks fenomena kebahasaan. Pengungkapan pesan verbal dan visual pada dasarnya adalah untuk dilihat (dibaca) sebagai teks yang menggunakan berbagai istilah yang terdapat dalam bahasa yang selalu terkait dengan konteks tertentu. Di sinilah peran teks dan konteks menciptakan makna. Ketika teks verbal dan konteks visual dihasilkan dari pengetahuan bersifat rasional, dan pragmatis yang senantiasa dipengaruhi oleh gerak dan perubahan di dalam sistem sosial dan ekonomi yang melingkupi, maka mau tidak mau sebuah pesan dalam karya Desain Komunikasi Visual akan selalu mengikuti pola dasar ideologi yang ada di balik pesan yang ingin disampaikan kepada khalayak sebagai sebuah konsumsi massa bisa bersifat konstrukstif atau sebaliknya bisa juga bersifat destruktif.

Evolusi kenetralan proses komunikasi dalam karya DKV menjadi sebuah agenda setting terslubung dari media massa merupakan bentuk abstrak yang harus dibaca oleh setiap orang dengan kaca mata yang tepat (baca:semiotika). Karena Pada dasarnya ketika kita melihat berbagai bentuk pesan verbal dan visual sesungguhnya kita telah membaca hal-hal yang kita lihat bahkan yang kita dengar sehingga arti di balik tanda hingga makna ideologinya.

Maka pembongkaran teks (karya DKV) sebagai bacaan sehari-hari masyarakat modern dengan tanda dan pesan yang terkadang bersifat manipulatif terhadap konsumen harus dilakukan. Tentu saja hal ini dapat dilihat hubungan struktural yang diungkapkan oleh tanda dan gejala yang ditunjukkan oleh acuannya. Dan hasilnya bagaimana tanda tersebut berfungsi membawa muatan ideologi pada saat rekontruksi tanda terjaadi pada sebuah karya DKV.

Membaca berbagai teks budaya, termasuk karya DKV yang disebarluaskan di berbagai media sebagai sarana promosi dan penjualan produk dan jasa adalah kewajaran yang harus dan biasa dilakukan oleh siapa saja, sehigga dari sini seseorang akan dapat memilih dan memilah terhadap pesan-pesan persuasif yang positif di alam komunikasi masyarakat modern saat ini.

Daftar Pustaka

Amir Piliang, Yasraf, ,Hiper Semiotika : Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna, Jalasutra, Yogyakarta, 2003
Amir Piliang, Yasraf, Dunia Yang Dilipat tamasya melampaui batas-batas kebudayaan, Jalasutra, Yogyakarta, 2004.
Barthes, Roland, S/Z. Penerjemah Richard Miller. New York: Hill and Wang 1974
Budiman, Kris, Semiotika Visual, Yogyakarta, Buku Baik dan Yayasan Seni Cemeti, 2004.
Fiske, John, Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Komprehensif, Jalasutra, Yogyakarta, 2006.
Sobur, Alex , Analisis Teks Media Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis
Semiotik, Dan Analisis Framing, PT. Remaja Rosda Karya Offset, Bandung,
2006.
Tinarbuko, Sumbo, Semiotika Komunikasi Visual, Jalasutra, Yogyakarta, 2008.


TAGS


-

Author

Follow Me