Semiotika dan Desain Komunikasi Visual

31 Dec 2008

Semiotika Pemanfaatan Dan Penerapannya
Pada Desain Komunikasi Visual

Oleh Kismiaji, S.Sn.
Surabaya, 26 desember 08

Artikel ini dibuat atas pertanyaan yang disampaikan oleh pengunjung blog ini.

Sekilas lagi memahami Semiotik.
Semiotik secara etimologi berasal dari kata Yunani semeion yang berarti tanda. Secara terminologi semiotik dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang tanda-tanda. Ilmu ini menganggap bahwa fenomena sosial/masyarakat dan kebudayaan itu merupakan bentuk dari tanda- tanda. Semiotik juga mempelajari sistem-sistem, aturan-aturan, konvensi-konvensi yang memungkinkan tanda-tanda tersebut memiliki arti.

Pengertian di atas sejalan dengan apa yang dekemukakan oleh Ferdinand de Saussure yang mendefinisikan semiotika (semiologi) sebagai ilmu yang mengkaji tentang peran tanda sebagai bagian dari kehidupan sosial. Secara implisit dari pengertian ini menunjukkan relasi bahwa bila tanda adalah bagian kehidupan sosial, maka tanda merupakan bagian dari aturan-aturan yang berlaku (kode). Ada system tanda (sign system) dan social system yang saling berkaitan, inilah yang disebut sebagai konvensi sosial (social convention) yang mengatur tanda secara sosial, yaitu pemilihan, pengkombinasian dan penggunaan tanda-tanda dengan cara tertentu, sehingga ia mempunyai makna dan nilai sosial.

Menurut Saussure tanda mempunyai dua entitas, yaitu signifier dan signified atau wahana tanda dan makna atau penanda dan petanda (signifier+signified= sign). coba perhatikan karya berikut: apa yang dapat kita tangkap dari gambar (penanda) hati (heart) yang memiliki petanda sebagai cinta ( love), dan sebagainya.

yulia-g2-hearts-small.jpg

Yulia Brodskaya paper work: http://www.graphic-exchange.com

Sedangkan semiotik bagi Peirce adalah suatu tindakan (action), pengaruh (Influence), atau kerja sama tiga subjek yaitu tanda (sign), objek (object) dan interpretan (interpretant). Yang dimaksud pada semiotika pada semiotika Peirce bukan subjek manusia, tetapi tiga entitas semiotik yang sifatnya abstrak yang tidak dipengaruhi oleh kebiasaan komunikasi secara kongkrit.

Menurut Peirce tanda adalah … some thing wich stands to some body for some thing in some respect or capacity (tanda adalah segala sesuatu yang ada pada seseorang untuk menyatakan sesuatu yang lain dalam beberapa hal atau kapasitas). Dalam hal ini tanda menurut Peirce menggunakan model triadic (representament + object + interpretant = sign)
Contoh misalnya kita melihat tanda gambar bibir yang merah basah dan setengah terbuka (sexy lips) maka akan tebentuk proses tiga tingkatan (three-fold process) di antaragambar bibir sebagai representamen, bibir sebenarnya sebagai objek,dan interpretan (bibir) yang dikenal sebagai proses semiosis

Lalu Bagaimana pemanfaatan dan Penerapan semiotika pada Desain Komunikasi Visual?
Berbicara pemanfaatan semiotika pada desain Komunikasi visual kita akan membicarakan terdahulu tentang komunikasi, Desain Komunikasi Visual dan desainer sebagai pelaku/subjek yang memproduksi tanda.

Pertama
Untuk memahami komunikasi terkait dengan semiotik kita dapat meminjam asumsi John Fiske dalam Cultural and Communication Studies, menyatakan bahwa semua komunikasi melibatkan tanda (sign) dan kode (codes). Tanda adalah artefak atau tindakan yang merujuk pada sesuatu pesan yang lain di luar tanda itu sendiri. Sedangkan Kode adalah sistem dimana tanda-tanda diorganisasikan dan menentukan bagaimana tanda-tanda itu berhubungan satu sama lain. Contoh dalam kehidupan sehari-hari kita misalnya lampu merah sebagai contoh pengorganisasian tanda ke dalam kode. Dalam pandangan semiologi milik Saussure rambu lalu lintas adalah bentuk paradigma (kumpulan tanda) yang dipergunakan secara sintagmatik menjadi susunan tanda yang terpadu dan dipilih untuk dipergunakan dalam sistem kode (konvensi).

Kedua
Definisi Komunikasi visual (visual communication) ialah: komunikasi yang menggunakan bahasa visual, dimana unsur dasar bahasa visual (yang menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan komunikasi adalah segala sesuatu yang dapat dilihat dan dapat dipakai untuk menyampaikan arti, makna, atau pesan.

Ketiga
Lebih sepesifik lagi definisi Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk dan gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya

Sedangkan Metodologi dalam desain komunikasi visual adalah merupakan sebuah proses kreatif desainer baik perorangan ataupun dalam sebuah tim untuk menemukan dan memecahkan masalah /problem solving sebuah komunikasi visual.

Seperti halnya komunikasi pada umumnya, seorang desainer sesungguhnya melakukan proses komunikasi yang ditujukan dengan target audience melalui karya yang dihasilkan (sebagai tanda yang diproduksi). Dengan menggunakan media kreatif seorang desainer menerjemahkan pesan dari klien ke dalam berbagai macam bentuk tanda yang ditujukan kepada target audience berdasar konvensi (sistem kode) yang ada di tengah-tengah masyarakat, di mana karya desain akan dipublikasikan. Penerjemahan pesan (message) dari klien (pengiklan) menjadi tanda-tanda atau simbol tertentu pada karya desain iklan dalam proses komunikasi ini disebut sebagai proses encoding. Kemudian desain inilah yang membawa pesan verbal dan visual secara kreatif dan efektif kepada konsumen dengan harapan makna pesan sama seperti apa yang diharapkan oleh pengiklan.

Sedangkan pada saat karya desain telah diproduksi siapapun bisa membaca dan menafsirkan, maka proses interpretasi yang kita lakukan konsumen terhadap pesan ini disebut sebagai decoding dalam proses komunikasi.

Semua aktivitas komunikasi melibatkan delapan elemen sebagai berikut
1. sumber (source)
2. penerjemahan (encoding)
3. pesan (message)
4. saluran penyampaian (message chanel)
5. penerima (receiver)
6. interpretasi (interpretation)
7. gangguan (noice)
8. umpan balik (feed back)

Kita bisa mengambil contoh, apabila seseorang menuturkan kata atau image, maka sesungguhnya ia telah terlibat di dalam sebuah proses produksi tanda, yang mempekerjakan tanda-tanda yaitu, memilih, menyeleksi, menata dan mengkombinasikan dengan cara dan aturan main tertentu/kode yang berlaku). Ketika orang lain membaca, kata (image) tersebut maka ia menggunakan tenaga kerja interpretsasi dengan cara mengerahkan segala kemampuan baca dan kode yang dipahaminya dalam rangka mamemahami kata atau imge tersebut. Dan di sinilah proses komunikasi yang menjadikan tanda (representamen) sebagai sarana pembawa pesan yang akan diterima oleh orang lain dan mengandung arti tertentu.

Pemanfaatan dan penerapan semiotika pada ranah Desain Komunikasi Visual, dapat dilihat dari usaha mengkomunikasikan pesan dengan menggunakan tanda (representament) sebagai unsur utama karya desain. Tanda di sini terwujud dalam bentuk tanda verbal dan non verbal yang diproduksi oleh seorag desainer; tanda verbal berupa pesan verbal (ucapan) yang terwakili baik suara atau tulisan, sedang tanda non verbal (visual) berupa gambar yang terangkai yang membawa pesan yang juga terkait dengan pesan yang disampaikan. Dari pesan yang disampaikan senantiasa memuat beberapa penanda berupa tulisan dan gambar yang mengacu pada makna yang sama. Terjadinya beberapa tanda (representament) yang mengacu pada satu interpretan disebut sebagai super sign. perhatikan iklanmie ABC berikut:

selera-pedas21

Product Mi ABC Selera Pedas: http://iklanindonesia.blogspot.com

Baik teks atau image dalam karya desain merupakan penanda yang berfungsi membawa pesan dan mengandung makna.Penanda visual yang hadir biasanya memiliki bebrapa tipologi berupa ikon (penanda yang serupa dengan bentuk objeknya, bisa berupa foto atau ilustrasi), indeks (penanda yang mengisyaratkan petandannya berdasar hubungan kausalitas), atau simbol atau lambang-lambang berdasar konvensi yang ada dan lazim digunakan dalam masyarakat.

Dari perwujudan tanda tersebut dapat mengangdung makna denotatif (sebagai sebuah penanda) dan petanda (makna konotatif) yang merupakan hasil dari penafsiran pembaca dengan mengkaitkan kode yang berlaku terhadap karya desain yang dipublikasikan.

Karya desain yang dipublikasikan akan menjadi komunikasi yang efektif ketika tanda-tanda dipahami dengan baik (common) berdasarkan pengalaman sipenerima. Jumlah total Pengalaman yang dimiliki seeorang selama hidupnya (perceptual field) sangat mempengaruhi seberapa besar makna pesan dapat ditafsirkan. Semakin besar pengalaman si penerima pesan semakin besar kemungkinan tanda-tanda dapat diartikan sesuai apa yang dimaksud oleh pihak pengirim. Bisa dibuktikan apabila kita membaca produk blue band berikut ini tentu saja hanya kalangan menengah ke atas yang menjadi segmentasi dari iklan yang menampilkan penanda roti berlubang bekas gigitan hanya di bagian yang terkena margarin merk blue band.

bluebandholic3

BlueBandholic, Lowe Design: http://iklanindonesia.blogspot.com

Dari sini dapat diketahui ketika seorang desainer membuat karya desain pada dasarnya dia bekerja memilih, menyeleksi, menata dan mengkombnasikan dengan cara dan aturan main tertentu/kode yang berlaku di masyarakat dengan menggunakan elemen visual dan kaidah-kiadah bahasa rupa, di sini semiotika dan desain komunikasi visual tidak dapat dipisahkan dalam upaya memproduksi tanda/menciptakan karya desain sebagai perwujudan tanda sosial yang akan selalu mewarnai kehidupan manusia yang selalu berkomunikasi dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.

Selaras dengan tujuan utama desain komunikasi visual sendiri sebagai upaya pemecahan permasalahan komunikasi dengan berusaha menghasilkan karya yang kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan, maka pemahaman semiotika yang dimiliki seoarang desainer akan membantu menciptakan karya yang brilian dan terus berkembang sesuai konteks dan kemajuan jaman.

Sehingga dapat kita simpulkan Semiotik dalam Desain Komunikasi Visual merupakan sebuah alat gabungan yang tepat untuk evaluasi dan analisa. Bagaimanapun, hal ini termanifestasi dengan sendirinya menjadi alat pembangkit dan bantuan yang tepat dalam pengembangan kreatif pada strategi-strategi desain.

Karena semiotik berguna untuk stimulasi, investigasi dan membantu penemuan. Kontribusi desain akan menjadi lebih kaya dalam menciptakan karya-karya yang bermutu dan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat pada umumnya.

Daftar Pustaka

Ferdinand de saussure, course in general linguistics, duckworth, London, 1990.

John Fiske, Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Komprehensif, Jalasutra, Yogyakarta, 2006.

Kris Budiman, Ikonisitas Semiotika Sastra Dan Seni Visual, Buku Baik, Yogyakarta, 2005

Rakhmat, Jalaluddin, Psikologi Komunikasi, Penerbit PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2001.

Sachari, Agus, pengantar Metode Penelitian Budaya Rupa dan Desain (Arsitektur, Seni Rupa, dan Kriya), Jakarta, penerbit Erlangga, 2005

Shimp, Terence, Periklanan dan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jakarta, penerbit Erlangga, 2003.

http://iklanindonesia.blogspot.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_grafis

www.desaingrafisindonesia.com

www.graphic-exchange.com


TAGS


-

Author

Follow Me